Mengembalikan Jati Diri Objek Wisata Pandeglang yang suah mulai terkikis oleh kejamnya dunia, rasa puas dan bangga itu akan menjadi boomerang untuk diri kita sendiri, janganlah cepat merasa puas karena persaingan belumlah usai, persaingan secara bersih dan sehat itulah yang disebut dengan sebuah kompetisi, dimana kemampuan dan keuletan dipertaruhkan, semangat yang membara harus terus berkobar hingga akhir, pantang menyerah harus segera di galakan, sikap siap untuk kalah harus ditanamkan sedini mungkin, yang namanya kompetisi ya harus ada yang menang dan kalah, namun kalah bukanlah akhir dari segalanya, kalah adalah awal untuk menang, penah dengar “Mengalah Untuk Menang” pernah dengar juga “Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”….
Hidup ini berputar layaknya kemidi putar yang terus berputar, kadang kita ada diatas dan kadang juga kita berada di bawah, ketika berada di atas semua terasa sangat kecil dan rapuh, namun ketika kita berada di bawah baru kita menyadari bahwa sebenarnya yang ada di sekeliling kita adalah sesuatu yang sangat kokoh, begitupun nasib kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang yang merasa dirinya kokoh bak tembiok beton, namun kenyataannya? dia hanyalah seonggok pagar yang terbuat dari bambu tua yang rapuh dan lapuk, sudah saatnya untuk mengganti pagar lapuk tersebut dengan pagar besi agar lebih kokoh dan kuat menahan terjangan angin yang menerpa, saatnya memperkuat pondasi dan tiang penyangga, saatnya untuk membenahi diri, membenahi sikap dan pola pikir agar bisa lebih baik lagi.
» Read more: Mengembalikan Jati Diri Objek Wisata Pandeglang

