Archive for the ‘Sosialita’ category

Astaga.com Portal Lifestyle Terbesar on The Net

December 4th, 2009

Astaga.com lifestyle on the net merupakan salah satu portal terbesar di negeri ini yang mencoba reborn untuk bersaing dengan para portal lifestyle on the net lainnya. Astaga!! Gw lupa kalo belum nulis lifestyle on the net siang ini…

Lifestyle atau dalam bahasa Indonesia adalah gaya hidup. Dahulu kita sering mengenal istilah American Style yaitu pola hidup yang mengikuti gaya orang Amerika. Mulai dari gaya rambut, cara berpakaian, desain rumah, pola makan, dan lain sebagainya, bahkan yang sangat menyedihkan adalah prilaku seks bebaspun mereka lakukan demi dan atas nama lifestyle!

Kita semua tentu masih ingat ketika diawal tahun 2000, sebuah film serial Mandarin dengan judul Meteor Garden yang dibintangi oleh F4 telah membawa perubahan lifestyle dikalangan anak muda Indonesia. Peralihan dari American Style ke Mandarin Style setidaknya lebih ‘manusiawi’. Kisah drama Meteor Garden lebih mirip dengan kisah kita sehari-hari khususnya dalam kisah asmara. Banyak pemuda di negeri ini yang meniru gaya rambut dan pakaian F4, bahkan adik gw yang masih kelas satu SD pun tak luput dari pengaruh F4 dengan membeli pernak-pernik yang berbau F4 mulai dari buku, pensil, penggaris, penghapus, buku diary hingga celana dalam yang bergambar Jery Yan, salah satu personel F4 yang sangat ia idolakan. Pengaruh yang dibawa oleh remaja-remaja keren asal negeri Ginseng Korea itu telah banyak mengubah lifestyle remaja-remaja Indonesia.

Di era moderenisasi, lifestyle tidak hanya bisa kita lihat dengan mata telanjang, namun juga bisa diikuti melalui internet.Salah satunya adalah dengan mengikuti berita yang disajikan oleh astaga.com life style on the net, salah satu portal berita online terbesar di Indonesia, yang reborn untuk kembali berbenah diri untuk dapat bersaing dengan portal lifestyle on the net lainnya.

Segala sesuatu pasti mempunyai dua sisi yang saling bertolak belakang seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Seperti siang dan malam. Ada sisi positif dan ada sisi negatif. Begitupun dengan lifestyle on the net. Kemudahan dalam mengakses berbagai informasi yang tersebar di dunia maya, tak pelak menimbulkan dua sisi yang saling bertolak belakang. Gaya hidup bebas ala Amerika dengan mudah kita temukan di internet. Pun kegiatan-kegiatan selebriti dunia dapat dengan mudah kita temukan dengan sekali klik.

Seperti yang dilansir oleh situs berita online astaga.com bahwa anak David Becham Gemar Beramal. Contoh kegiatan positif dari anak bintang sepak bola Inggris ini patut kita ajarkan kepada anak-anak kita sehingga mereka mempunyai kepedulian yang tinggi antar sesama, khususnya kepada orang-orang yang tidak seberuntung kita. Hal ini perlu dijadikan salah satu lifestyle, yaitu lifestyle gemar berbagi.

Namun tak jarang perilaku free sex melanda warga negeri ini. Lihatlah video-video mesum yang mereka rekam via kamera handphone kemudian tersebar luas di internet dan dapat diakses oleh siapa saja asalkan ada koneksi internet. Secara kalau pake tipi item putih kamu tidak akan bisa mengakses berita lifestyle on the net dari astaga.com. Waduh kalau lifestyle yang seperti ini jelas kita tidak berharap banyak kepada mereka untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Internet Masuk Desa

November 24th, 2009

Telepon berbunyi. Segera aku bergegas menggapainya. Ku angkat. Ternyata ponakan gw dari seberang yang nelpon. Beliau mengabarkan kalau sekarang internet sudah masuk ke desa kami. Duh senangnya hatiku mendengar kabar internet masuk desa ini.

Langsung aku ambil buku agenda. Ku coret-coret sambil terus mendengarkan kicauannya diseberang sana. Beliau mengabarkan meski jaringan yang tersedia hanya Indosat dengan jaringan 3G nya, namun beliau telah bisa berinternet ria. Membuka-buka blog Blogger Gurem dan tentu saja membaca berita kesukaanya di metrotvnews.com.

Tanpa sadar dibuku agenda itu telah aku tulis satu halaman penuh meski masih berupa draft. Setelah internet masuk desa, aku berencana untuk hidup di desa. Apalagi rute TIKI telah menjangkau desa tempat dimana aku dilahirkan 38 tahun silam. Setelah mencoba bertransaksi dengan paypal kemaren, aku jadi ketagihan untuk belaja via paypal. Tidak perlu keluar rumah. Tinggal klak klik ajah. Tak lama berselang, kiriman datang. Emang beli apa siy? Ada dech. Yang pasti bukan membeli nasi goreng…hehehe..

Hidup di desa dengan udara segar. Bebas polusi, kolusi dan AIDS. Ditambah dengan tersedianya jaringan 3G dari Indosat, tentu merupakan angin segar yang berhembus melalui lubang hidungku. Maksudnya adalah ini tentu sebuah kabar yang sangat menggembirakan. Jujur aku tidak begitu suka hidup dikota yang mana sebagian besar masyarakatnya telah terinfeksi penyakit kapitalis dan egosentris. Tidak ada lagi gotong royong, tenggang rasa dan hormat menghormati. Yang ada adalah sikut sana sikut sini. Kalau mau dibantu harus siap uang. Ada keringat ada uang. Ini tentu tidak sejalan dengan pemikiran saya yang masih membawa sifat kekeluargaan dalam banyak hal. Kok malah ngelantur.

Internet Masuk Desa, berarti aku tidak perlu khawatir bila suatu saat hidup di desa. Masih bisa ngeblog, fesbukan, chatting dan optimasi. Internet masuk desa, tentu kabar gembira bagi seluruh masyarakat desa, terutama keponakan saya itu bisa diminta bantuannya untuk mengoptimasi blog Mengembalikan Jati Diri Bangsa

:lol:

Forum Bangsa Nofollow

October 29th, 2009

Memang sangat disayangkan sebuah forum bangsa do follow sekarang sudah di nofollow kan. Padahal sebelumnya sumber backlink blog kontes banyak bersumber dari sana.

Tapi ya sudahlah. Masih ada forum yang sejenis dengan blogku yang masih do follow. Tinggal edit2 ajah komentar lawas lalu diselipkan kalimat Dua Bulan usia Mengembalikan jati diri bangsa

Aku tahu bahkan dari inilah Panca, salah satu member blog ini. Via ym beliau mengatakan kalau forum bangsa sudah nofollow sejak senin lalu. Waduh shock juga mendapat kabar seperti ini. Padahal semua komentar lama sudah aku edit dan aku selipkan kalimat Mengembalikan jati diri bangsa.

Kisah sedih dihari senin karena forum bangsa nofollow.

Pengertian Pengemis dan Gelandangan

October 22nd, 2009

Beberapa hari terakhir saya sering sekali menulis tentang Pengemis. Ada apa gerangan? Apakah aku berencana menjadi Ketua Organisasi Pengemis? Atau bahkan aku jatuh cinta kepada anak gadis seorang Pengemis?

Tidak kawan. Tebakan Anda salah. Saya hanya suka menulis tentang Pengemis lantaran rumah saya berdekatan dengan rumah Pengemis, meski anggota keluarganya hanya tiga orang. Lebih, tidak.

Lihatlah postingan terakhir sahabat Deden, seorang member senior di Blog Gurem ini  yang berjudul Fenomena Pengemis. Ternyata dia juga sedang keranjingan membahas masalah Pengemis. Akupun jadi ikut-ikutan membahas masalah Pengemis ini.

Apa itu Pengemis? Apa pula itu Gelandangan? Mari kita simak nyok!

Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan:
Gelandangan adalah orang-orang yang hidup dalam keadaan tidak sesuai dengan norma kehidupan yang layak dalam masyarakat setempat, serta tidak mempunyai tempat tinggal dan pekerjaan yang tetap di wilayah tertentu dan hidup mengembara di tempat umum;

Pengemis adalah orang-orang yang mendapatkan penghasilan dengan meminta-minta di muka umum dengan pelbagai cara dan alasan untuk mengharapkan belas kasihan dari orang lain;

Bagaimana mengatasi persoalan pengemis ini menurut versi Pemerintah? Nantikan lanjutannya di episode TUJUAN, WEWENANG DAN TANGGUNGJAWAB yang akan segera saya posting setelah selesai optimasi blog Mengembalikan Jati Diri Bangsa

DVD Porno Miyabi Laku Keras

October 15th, 2009

Kebatalan Miyabi datang ke Indonesia disambut suka cita oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal ini adalah wajar, sebagai umat muslim, tentu kita tidak ingin negara kita di datangi oleh Miyabi yang merupakan icon bintang porno itu.

Seperti yang dilakukan anak-anak Madrasah Ibtida’iyah di Jawa Timur. Mereka langsung melakukan sujud syukur atas kebatalan Miyabi ke Jakarta.

Namun hal itu tidak terjadi di Makasar, yang mana sejumlah mahasiswa menyatakan mendukung Miyabi datang ke Jakarta dan sangat menyesalkan pembatalan tersebut. Aneh  para mahasiswa ini…

Namun yang lebih miris adalah laku kerasnya DVD Porno Miyabi di Glodok, yang merupakan pusat perdagangan VCD/DVD bajakan di Indonesia. Miyabi urung datang ke Jakarta, ribuan keping DVD Porno Miyabi langsung diserbu pembeli. Miris!!

Kalau sudah begini, mampukah kita mengembalikan jati diri bangsa sebagai muslim? Tinggal ke pribadi masing-masing lagi. Untukmu agamamu dan untukku agamaku.

Login