Terhempas Gelombang Mengembalikan Jati Diri Bangsa

November 7th, 2009 by khairuddin Leave a reply »

Terhempas Gelombang Pantai Carita saat mencoba menyelamatkan perahu Mengembalikan Jati Diri Bangsa dari terjangan ombak setinggi 10 meter saat berlibur di Pantai Carita untuk melakukan survey kecil-kecilan dalam acara Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang yang digawangi Panca dari Makasaar.

Harus ku sadari bahwa tidak mudah mengembalikan energi dan semangat yang hilang seperti sedia ddahulu kala. Disaat kuda masih mengunyah sepatu bots. Apalagi diri ini sudah lelah dihempas gelombang pasang di pantai carita. Meski banyak pengemis berkeliaran memberikan sedikit dukungan moral, namun ternyata itu tak mampu untuk mengembalikan keadaan pada jati diri semula. Ngarang banged yach..

Tumben posting kayak gini? Ini jelas masih ada kaitannya dengan gelombang kedatangan para pengemis yang mulai berdatangan di kota-kota besar seperti Jakarta dan Makassar. Mereka datang dengan organisasi yang lebih besar. Padahal jelas perbuatan mereka ini melanggar Perda DKI No. 8 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum.

Namanya juga sudah profesi. Dihalangi dengan Perda macam apapun mereka selalu bisa mencari celah untuk dapat lolos dari jeratan hukum. Meski MUI Pusat telah mengeluarkan fatwa haram mengemis, nyatanya toh mereka tidak pernah kapok dan terus berdatangan silih berganti seperti posisi mengembalikan jati diri bangsa di google SERPs

Kalau sudah begini kenyataannya, siapa yang paling dirugikan atas aksi mereka dilapangan? Sebenarnya kalau mau jujur tidak ada yang rugi.Memberi sipapun atau kepada siapapun tanpa memandang kasta, asalkan diniatkan ikhlas karena Allah ta’ala, insya allah akan berkah bagi sang pemberi. Yang untung? Pasti sang penerimalah. Meski kita sebagai muslim sudah mengetahui sebuah patron bahwa tangan diatas lebih mulia daripada tangan dibawah. Biarlah mereka berjalan dalam rel mereka sendiri. Tanpa perlu mengusik keberadaan mereka, itu kata saya pribadi, yang masih punya jati diri sebagai seorang hamba. Namun bagi mereka para penegak hukum yang ingin mengembalikan harkat dan martabat mereka ke posisi semula, sudah pasti pandangan dangkal saya tidak akan mereka gubris. Karena mereka bekerja sesuai undang-undang yang berlaku.

Malam ini hati begitu kesal. Pekerjaan banyak, koneksi lemot dan akhirnya setelah satu jam aku menonton acara televisi, aku baru tahu bahwa masih banyak artis kita yang percaya sama kartu tarot. Hii… jelas-jelas itu perbuatan syirik. Mendingan berusaha dan berdoa daripada mempercayai hal-hal yang dilarang oleh agama.

Salah satu cara mengemembalikan jati diri bangsa adalah dengan dengan bekerja keras dan pantang menyerah. Menyatunya segenap element masyarakat yang mempunyai satu visi untuk membangun bangsa dan negara adalah sebagai jawabannya.Meski aku sendiri tidak mengerti bagaimana Mengembalikan jati diri bangsa itu yang benar. Namun setidaknya tulisan ini bisa dimasukkan Google dalam database mereka dan kemudian memberikan nuansa biru dalam gelapnya malam tanpa bintang. Sangat tidak masuk akal. Emang gw pikirin…?! -Maia and Friends

Program Kerja 100 Hari Kabinet Indonesia bersatu telah membawa angin segar yang mengalir lembut melalui celah-celah jendela kamarku. Lagu dari Jhony Simanungkalit terdengar lembut ditingkahi gerimis kecil yang turun sejak sore tadi. Adalah Mas Marty Natalegawa yang membuat diriku kepincut setengah mati. Kharismatik, smart dan tegas. Sungguh seorang figur yang sangat aku kagumi dan aku banyak berharap pada mas Martyn Lauther ini, agar beliau mampu mengembalikan jati diri bangsa

Advertisement

4 comments

  1. khairuddin says:

    Kok judul artikel ga bisa diklik? APa dipegang oleh setan situ gintung? Waduh.. ngeri dech..

  2. pancallok says:

    keep spirit and stay cool

  3. khairuddin says:

    Stay cool… do ball!! :D

Trackbacks /
Pingbacks

  1. memburu.info

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.
Login